

Purwokerto – Program Studi S1 Teknik Industri Telkom University Purwokerto melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Boarding School Putra Harapan Purwokerto melalui seminar bertema “Etika Bermedia Sosial: Cerdas Digital, Berkarakter Islami”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X, XI, hingga XII. Materi yang disampaikan mengajak siswa memahami pentingnya membangun budaya digital yang sehat, bertanggung jawab, serta berlandaskan nilai-nilai karakter Islami di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dalam perspektif Teknik Industri, pemanfaatan teknologi tidak hanya dilihat dari sisi perangkat atau sistem informasi, tetapi juga dari interaksi antara manusia, teknologi, dan proses. Oleh karena itu, literasi digital menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku pengguna agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, aman, dan memberikan nilai tambah bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Selama sesi berlangsung, peserta diajak merefleksikan kebiasaan penggunaan media sosial, memahami konsep jejak digital, serta menyadari bahwa setiap unggahan, komentar, maupun interaksi digital merupakan bagian dari identitas dan karakter seseorang. Materi juga menyoroti berbagai tantangan yang banyak dihadapi remaja, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, hingga fenomena doomscrolling dan fear of missing out (FOMO). Sebagai solusi, peserta diperkenalkan pada prinsip “Saring Sebelum Sharing”, yaitu membiasakan verifikasi informasi, berpikir kritis, dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikan suatu konten di media sosial. Selain membahas etika digital, kegiatan ini juga memperkenalkan cara pandang Teknik Industri dalam menyelesaikan suatu permasalahan melalui pendekatan yang sistematis. Siswa diajak memahami bahwa setiap aktivitas di media sosial merupakan bagian dari sebuah sistem yang melibatkan manusia, teknologi, informasi, dan lingkungan. Ketika salah satu komponen tidak berjalan dengan baik, misalnya penyebaran informasi yang tidak benar atau perilaku digital yang tidak bertanggung jawab, maka dampaknya dapat dirasakan oleh banyak pihak. Oleh karena itu, membangun budaya digital yang positif memerlukan perbaikan proses dan perubahan perilaku secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan keilmuan Teknik Industri yang menekankan pentingnya Human Factors and Ergonomics, yaitu bagaimana merancang interaksi manusia dengan teknologi agar lebih aman, nyaman, produktif, dan meminimalkan risiko kesalahan. Dalam konteks media sosial, konsep ini diwujudkan melalui kebiasaan berpikir sebelum mengunggah konten, menjaga privasi, menghindari perilaku toxic, serta memanfaatkan platform digital sebagai media belajar, berkarya, dan berbagi informasi yang bermanfaat.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai cara membangun personal branding yang positif, menjaga etika komunikasi digital, hingga bagaimana menghadapi tekanan sosial di media sosial tanpa kehilangan jati diri sebagai pelajar. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi S1 Teknik Industri Telkom University Purwokerto berharap dapat meningkatkan literasi digital sekaligus menanamkan pola pikir sistematis kepada generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kontribusi Teknik Industri tidak terbatas pada peningkatan efisiensi di dunia industri, tetapi juga berperan dalam membangun sistem sosial yang lebih baik, mengembangkan budaya digital yang sehat, serta menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan berkarakter.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan. Diharapkan sinergi ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang beretika, produktif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.